Kamis, 16 Februari 2012

PANTANGAN BUAT IBU 40 HARI PASCA PERSALINAN


PANTANGAN BUAT IBU 40 HARI PASCA PERSALINAN



     Tak sedikit yang sebatas mitos, meski ada pula yang bisa dibenarkan secara medis.
Berikut ini sejumlah pantangan yang kerap didengungkan kepada para ibu sehabis melahirkan.
  


TAK BOLEH "CAMPUR" 

Yang ini malah termasuk kategori larangan yang tak boleh dilanggar. Bahkan daerah dada istri "terlangkahi" tangan suami saja juga tak diperbolehkan. "Sebab dikhawatirkan pancaran ASI jadi mejan karena bukan tak mungkin si ibu jadi terbangkitkan gairahnya," terang Ny. Koesmariyah H.R. Soedjak Ranoekoesoemo (76), dukun manten yang kerap menangani tata rias maupun upacara tingkeban para selebritis.

Dari sisi medis, jelas dr. Chairulsjah Sjahruddin, SpOG, MARS, sanggama memang dilarang selama 40 hari pertama usai melahirkan. Alasannya, aktivitas yang satu ini akan menghambat proses penyembuh- an jalan lahir maupun involusi rahim, yakni mengecilnya rahim kembali ke bentuk dan ukuran semula. Selain karena fungsi hormonal tubuh yang bersang- kutan belum kembali aktif bekerja.

Kalau sanggama dipaksakan terjadi dalam tenggang waktu itu, tegas Chairulsjah, kemungkinan yang terjadi bisa macam-macam. Di antaranya infeksi atau malah perdarahan. Sebabnya, mukosa jalan lahir setelah persalinan sangat peka akibat banyaknya vaskularisasi/aliran darah, hingga terjadilah perlunakan mukosa jalan lahir. Dengan berjalannya waktu, vaskularisasi ini kian berkurang dan baru akan normal kembali 3 bulan setelah bersalin. Belum lagi libido yang mungkin memang belum muncul ataupun pengaruh psikologis, semisal kekhawatiran akan robeknya jahitan maupun ketakutan bakal hamil lagi.

KAKI MESTI LURUS 

Menurut Koesmariyah, baik saat berjalan maupun berbaring, kaki harus lurus. Dalam arti, kaki kanan dan kiri enggak boleh saling tumpang tindih ataupun ditekuk. Selain agar jahitan akibat robekan di vagina tak melebar ke mana-mana, juga dimaksudkan supaya aliran darah tetap lancar alias tak terhambat. Secara medis, posisi kaki yang lurus memang lebih menguntungkan karena membuat aliran darah jadi lancar. 

Sedangkan mobilisasi secara umum, jelas Chairulsjah, pada dasarnya boleh dan malah harus dilakukan. Makin cepat dilakukan kian menguntungkan pula. Dengan catatan, kondisi si ibu dalam keadaan baik, semisal tak mengalami perdarahan atau kelainan apa pun saat melahirkan. Selain patokan bahwa dalam 8 jam pertama setelah melahirkan ia sudah bisa BAK dan BAB serta selera makannya bagus. Begitu juga tensi, denyut nadi, dan suhu tubuhnya dalam batas normal. Soalnya, jika tak bisa BAK dan BAB berarti ada sesuatu yang enggak beres yang akan berpengaruh pada kontraksi dan proses involusi (pengecilan kembali) rahim.

TAK BOLEH TIDUR SIANG 

Pantangan yang satu ini kedengarannya keterlaluan. Bayangkan, meski ngantuk setengah mati lantaran sering terbangun malam hari karena harus menyusui dan menggantikan popok si kecil, si ibu tak boleh tidur siang. Hingga kalaupun kantuknya tak tertahankan, saran Koesmariyah, "Tidurlah dalam posisi duduk." Sebab, bila posisi tidur/berbaring dikhawatirkan darah putih akan naik dan membuat si ibu harus memakai kaca mata/terkena gangguan penglihatan saat usia masih relatif muda.
Menurut Chairulsjah, tidur berkepanjangan memang mengundang proses recovery yang lebih lambat. "Makin lama berbaring makin besar pula peluang terjadi tromboemboli atau pengendapan elemen-elemen garam." Lalu bila si ibu bangun/berdiri mendadak, endapan elemen tersebut dikhawatirkan lepas dari perlekatannya di dinding pembuluh darah. Padahal akibatnya bisa fatal, lo. Endapan-endapan tadi bisa masuk ke dalam pembuluh darah lalu ikut aliran darah ke jantung, otak dan organ-organ penting lain yang akan memunculkan stroke.

TAK BOLEH KERAMAS
 
Pantangan yang satu ini dicemaskan bisa membuat si ibu masuk angin. "Lo, kalau si ibunya sakit, bayinya jadi enggak keurus. Akhirnya, semua bakal repot, kan?" ujar Koesmariyah. Itu sebab, sebagai gantinya rambut cukup diwuwung, yakni sekadar disiram dengan air dingin. Lagi-lagi, penyiraman ini diyakini agar darah putih bisa turun dan tak menempel di mata. Namun agar tak bau apek dan tetap harum disarankan menggunakan ratus pewangi. Tentu saja pantangan semacam itu untuk kondisi jaman sekarang dirasa memberatkan. Terlebih untuk ibu-ibu yang harus sering beraktivitas di luar rumah.
Sedangkan mandi boleh-boleh saja asal dilakukan jam 5 atau 6 untuk mandi pagi dan sebelum magrib untuk mandi malam. Penggunaan air dingin, katanya, justru lebih baik ketimbang air hangat karena bisa melancarkan produksi ASI.

HINDARI MAKANAN JEMEK

Golongan makanan yang harus dijauhi adalah pepaya, durian, pisang, dan terung. Karena konon ragam makanan tadi bisa dikhawatirkan bikin benyek organ vital kaum Hawa. "Padahal perempuan, kan, dituntut kesat supaya bisa 'mengikat' suaminya." Yang juga mesti dipantang adalah makanan yang bersantan dan pedas karena pencernaannya bakal terganggu yang bisa berpengaruh pada bayinya.
Begitu juga ikan dan telur asin serta makanan lain yang berbau amis karena dikhawatirkan bisa menyebabkan bau anyir pada ASI yang membuat bayi muntah saat disusui. Selain juga, proses penyembuhan luka-luka di jalan lahir akan lebih lambat.
Secara medis, menurut Chairulsjah, tak benar anggapan untuk pantang pepaya dan pisang yang justru amat dianjurkan karena tergolong sumber makanan yang banyak mengandung serat untuk memudahkan BAB. Ikan dan telur juga merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dan amat dibutuhkan tubuh. Sedangkan durian memang tak dianjurkan karena kandungan kolesterolnya tinggi, selain memicu pembentukan gas yang bisa mengganggu pencernaan.
Sebaliknya, kata Koesmariyah, amat disarankan untuk selalu minum kunyit dan pucuk daun asam setiap pagi supaya ASI tak berbau amis. Selain tentu saja menjaga kebersihan diri, terutama daerah payudara dan sekitarnya.

TAK BOLEH BEPERGIAN 

"Kalau dipikir-pikir larangan ini, kan, bertujuan supaya si ibu tak terlalu letih beraktivitas. Kalau capek bisa-bisa ASI-nya berkurang. Kasihan si kecil, dong. Biasanya seumur ini si kecil, kan, sedang kuat-kuatnya menyusu," papar Koesmariyah. Belum lagi kemungkinan si bayi rewel ditinggal ibunya terlalu lama. Sementara kalau diajak pun masih kelewat kecil. Malah takut ada apa-apa di jalan, terutama kalau menggunakan angkutan umum. Bepergian pun membuat si ibu jadi tak tahan menghadapi aneka godaan untuk menyantap segala jenis makanan yang dipantang.

Merawat Bayi Perlu Hindari Beberapa Kesalahan


Merawat Bayi Perlu Hindari Beberapa Kesalahan
26-09-2011 diposkan oleh melindacare

     
Merawat bayi yang baru saja lahir tentu tidak semudah yang Anda bayangkan. Tentu akan banyak kesalahan dalam melakukannya, hal ini terutama dialami pada ibu baru. Terkadang walaupun ibu baru sudah belajar dalam merawat bayinya sendiri dengan bantuan orangtua ataupun melalui buku, tetap saja bisa sering melakukan kesalahan.
      Seringkali kesalahan kecil pun tidak disadari oleh ibu, mulai dari mengganti popok atau pampers, salah mengenakan pakaian, sampai memberikan mainan yang salah dan hal lainnya yang dapat mengancam bahaya si kecil. Lalu hal-hal apa saja yang sering dilakukan ibu baru dalam melakukan kesalahan yang tidak disadarinya itu ?
Berikut beberapa kesalahan dalam merawat bayi yang kerap dilakukan tanpa disengaja dan cara mengatasinya :
  1. Jaga kebersihan
Hal ini mungkin sangat sepele, tetapi penting untuk dilakukan demi menjaga kesehatan si kecil yang baru lahir. Bila ada teman atau kerabat Anda yang datang menjenguk kelahiran buah hati Anda, maka sebaiknya beritahukan terlebih dahulu untuk mencuci tangan mereka sebelum hendak memegang si kecil ataupun saat mereka sedang flu atau batuk sebaiknya jangan terlalu dekat. Ini penting, karena bayi yang di bawah usia enam bulan masih dalam membentuk sistem ketahanan tubuhnya. Selain itu, jangan berpergian dulu jika bayi masih dibawah usia enam bulan untuk menghindari keramaian agar si kecil tidak dipegang oleh banyak orang yang tidak dikenal.
  1. Pilih pakaian yang tepat
Mengenakan pakaian pada bayi juga perlu Anda perhatikan. Jangan sampai Anda mengenakan pakaian yang salah di saat cuaca sedang panas, tetapi bayi dikenakan pakaian yang tertutup atau sebaliknya. Tubuh bayi yang baru lahir biasanya akan mudah kepanasan. Oleh karena itu, pilihlah pakaian yang tepat dari tidak terlalu tertutup.
  1. Memberikan mainan yang berbahaya
Waspadailah dengan hal yang satu ini. Seringkali Anda lupa jika memberikan mainan pada si kecil tidak sesuai dengan usianya atau bahkan bukan mainan yang tidak seharusnya menjadi mainan anak bayi. Seperti contoh, saat si kecil merengek meminta mainannya tetapi justru Anda menggantinya dengan kunci. Dan ini bukan hal yang tepat, karena kunci mengandung timah dengan kadar yang tinggi serta dapat menyebabkan kerusakan otak dan menurunnya tingkat IQ.
  1. Bayi ditidurkan secara tengkurap
Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa, bayi yang ditidurkan secara tengkurap di atas selimut lembut beresiko mengalami SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindroma kematian bayi mendadak, dibandingkan bayi yang tidur terlentang di atas selimut yang tidak terlalu lembut.
  1. Kekurangan cairan saat bayi tidak rewel
Bila bayi merasa tenang dan tidak rewel jangan Anda salah mengira bahwa ia tidak lapar atau haus. Anda perlu teratur dalam memberikan makan dan minumnya. Perhatikan tanda-tanda si kecil jika sudah cukup makan, yaitu jika ia mengompol dalam 6 kali sehari setelah kelahirannya dalam minggu pertama. Namun, jika hal tersebut tidak juga tampak konsultasikanlah segera pada dokter.
  1. Sering diberikan antibiotik
Banyak orangtua yang salah, jika anaknya terkena sakit lebih sering diberikan antibiotik. Padahal, antibiotik sendiri tidak baik untuk kesehatan tubuh anak terutama bayi. Antibiotik sendiri juga tidak tepat untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus seperti, flu, diare, muntah-muntah, dan sakit tenggorokan. Antibiotik hanya bisa digunakan untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri streptokokus. Selain itu, dengan seringnya bayi mengkonsumsi antibiotik maka dapat menyebabkan bayi menjadi kebal dan saat tubuhnya membutuhkan antibiotik tidak akan berfungsi lagi pada tubuhnya.
  1. Dosis obat sesuai saran dokter
Ikuti selalu saran dokter, jika bayi tengah sakit berikan dosis yang sesuai saran dokter. Jangan samakan dosis obat pada bayi dan anak yang usianya lebih tua karena dosisnya pun berbeda.
  1. Jauhkan benda-benda berbahaya
Setelah bayi beranjak satu tahun lebih hingga 1,5 tahun biasanya sudah bisa merangkak. Oleh karena itu, sebisa mungkin Anda memperhatikan area sekitar rumah apakah terdapat benda-benda berbahaya yang mudah dijangkau oleh si kecil atau tidak. Hindari benda-benda seperti, vas bunga, asbak atau barang yang mudah pecah belah, perhatikan juga stop kontak, kabel-kabel, furnitur yang tajam dan obat-obatan.
  1. Pastikan yang alami adalah aman
Pastikan terlebih dahulu jika produk-produk yang Anda beli untuk keperluan si kecil aman saat digunakan. Begitu juga dengan obat-obatan yang dianggap alami atau herbal, sebaiknya Anda tanyakan dahulu pada dokter untuk mengetahui kepastiannya.
Merawat bayi memang bukan hal yang mudah. Salah sedikit saja bisa berakibat fatal. Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati dan memperhatikan apa saja yang dibutuhkan si kecil dalam masa pertumbuhannya.

Hari ini di tmpt kerja

Pagi bersemangat kerja. blm jg memulai kerja ku, ada kejadian yang membuatku miris.
Teman sekerjaan ku bagian helper driver kanvas mencuri beberapa barang di tempat kerja yang tidak seberapa nilainya. Lalu dia menjualnya dengan harga yg sangat murah sekali.

Ternyata perbutannya di landasi juga karena keluarga. Desakan ekonomi & juga karena permintaan istrinya yang terlalu menuntutnya.


Sebagai kepala rumah tangga , ayah dari seorang anak berumur 3 thn itu hrs bekerja keras menjadi seorang helper angkat - angkat, guna memenuhi tanggaung jawabnya terhadap keluarga .

bersyukur , YA ALLAH aku harus banyak2 mensyukuri nikmatmu.

Kasihan juga kenapa istrinya tidak " nedho terimo" dengan penghasilan dari cucuran keringatnya

Ya Allah lindungilah suamiku dari hal - hal terburuk ya, Allah.
Berikan lah kemudahan kepadanya dlm mencari nafkah.
bukakan lah pintu rizki mu untuknya ya ALLAH
Mudahkanlah dia dalam bekerja.
Aamiin.ya robbl alamin.

Kamis, 16 feb 2012