MENGENAL BENTUK – BENTUK BAB BAYI
Salah
satu cara untuk mengetahui kondisi kesehatan bayi adalah dengan melihat bentuk
BAB-nya.
BAB merupakan salah satu
indikator yang bisa dijadikan rujukan untuk mengetahui kondisi kesehatan sang
buah hati.
Berkenaan dengan hal tersebut, maka di posting kali ini saya akan menampilkan bentuk-bentuk BAB bayi agar orang tua memiliki gambaran yang lebih jelas tentang kondisi kesehatan anak.
Berkenaan dengan hal tersebut, maka di posting kali ini saya akan menampilkan bentuk-bentuk BAB bayi agar orang tua memiliki gambaran yang lebih jelas tentang kondisi kesehatan anak.
Dari artikel ini anda akan mengetahui kapan untuk tidak khawatir
dan kapan sebaiknya mengambil tindakan.
Sebagai panduan umum, jika bentuk BAB bayi anda jauh dari
biasanya, maka anda disarankan untuk segera memeriksakan anak anda ke dokter.
Nah, sekarang mari kita mulai perkenalan kita dengan
bentuk-bentuk BAB bayi.
Oh ya, Mohon maaf sebelumnya saya perlu mengingatkan kalau artikel ini
tidak akan terlihat indah.
BAB bayi yang baru lahir dinamakan Meconium. Bentuknya lengket
dan berwarna hijau kehitam-hitaman. Meconium dihasilkan dari cairan ketuban,
lendir, sel kulit, dan materi lainnya yang tertelan bayi ketika masih di dalam
rahim. Meconium tidak begitu bau sehingga mungkin anda tidak menyadari bahwa
sudah waktunya untuk mengganti popok.
Ketika bayi berusia 2 sampai 4 hari, bentuk BABnya akan berubah
menjadi tidak begitu lengket dan warnanya menjadi lebih terang. Ini dinamakan
BAB transisi dan merupakan tanda bahwa bayi anda sudah mulai mencerna ASI
ataupun susu formula. Selain itu, BAB transisi juga menunjukkan bahwa saluran
usus bayi dalam kondisi baik.
Bayi yang diberi ASI eksklusif akan mengeluarkan BAB yang
berwarna kuning kehijauan dan memilik bentuk yang lembek dan creamy. Terkadang
bentuknya pun terlihat encer seperti diare. Selain itu, BAB dari ASI eksklusif
disertai dengan bintik-bintik seperti benih/biji kecil. Untungnya bau dari BAB
ini masih tergolong tidak menyengat.
Intensitas warna kehijauan dari BAB ASI eksklusif bisa berubah
tergantung dari apa yang anda makan. Jika bayi anda tidak mengalami gejala
apa-apa, maka anda tidak perlu khawatir.
Bila BAB bayi anda
terlihat ada buih berwarna hijau cerah, kemungkinan bayi anda terlalu banyak
meminum foremilk (susu
rendah kalori yang muncul di awal proses menyusui) dan kurang mendapatkan hindmilk (susu yang kaya lemak dan
gizi). Hal ini dimungkinkan karena anda tidak cukup lama menyusui pada setiap
payudara.
Untuk mengatasinya, susuilah bayi anda pada payudara terakhir
yang digunakan. Contoh, jika terakhir anda menyusui pada payudara kanan, maka
untuk berikutnya, mulailah pada payudara kanan tersebut.
Bayi yang diberi susu formula menghasilkan BAB yang berbentuk
seperti selai kacang dengan variasi warna coklat cerah, coklat kekuningan,
ataupun hijau kecoklatan.
BAB dari susu formula lebih bau dari BAB ASI, namun tidak sebau
BAB bayi yang sudah diberi makanan padat. Biarpun begitu, baunya sudah cukup
untuk membuat anda menutup hidung.
Jika anda memberi bayi anda zat besi tambahan, bentuk BAB-nya
bisa berubah menjadi hijau gelap atau hampir hitam. BAB seperti seperti ini
tidak sering terjadi dan masih aman.
Namun jika bayi anda tidak diberikan zat besi tambahan dan
BABnya kehitaman, sebaiknya anda memeriksakannya ke dokter untuk memastikan itu
bukan melena (pendarahan di dalam usus) atau darah yang masuk ke dalam saluran
pencernaan.
BAB pada bayi yang
sudah diberi makanan padat
|
Ketika anda mulai memberikan makanan padat, maka anda akan
segera bisa melihat perubahan pada BAB-nya. Terlebih pada bayi yang mendapat
ASI eksklusif.
BAB dari makanan padat warnanya hijau kecoklatan dan lebih
kental dari selai kacang, tapi masih tetap lembek. Soal bau? Hmm.. jangan
ditanya.
BAB dengan sisa makanan
padat yang tidak tercerna dengan sempurna
|
Terkadang di dalam BAB bayi ada sejumlah sisa makanan yang masih
utuh. Kondisi ini dikarenakan oleh makanan yang tidak tercerna secara sempurna.
Tidak perlu khawatir. Ini biasanya disebabkan oleh makanan yang
terlalu cepat keluar dari saluran pencernaan sehingga tidak sempat dipecah
seluruhnya oleh tubuh. Kondisi ini juga bisa terjadi jika bayi anda hanya
memakan satu jenis makanan atau tidak mengunyah secara baik sebelum menelannya.
Jika bayi anda sering mengalami BAB seperti ini, maka sebaiknya
memeriksakan ke dokter untuk memastikan pencernaannya menyerap makanan dengan
baik.
BAB karena diare
|
Diare pada bayi bentuknya sangat encer dan lebih terlihat
seperti air daripada berbentuk padat. Warnanya bisa kuning, hijau, ataupun
kecoklatan dan bisa “tumpah” keluar popok.
Diare bisa dijadikan petunjuk bahwa ada infeksi ataupun alergi,
dan jika dibiarkan maka bisa menyebabkan dehidrasi pada sang bayi.
Hubungi dokter jika bayi anda:
§ berusia
tiga bulan atau kurang
§ sudah
dua sampai tiga kali berganti popok tanpa ada perubahan pada BAB
§ tetap
diare lebih dari satu atau dua hari
Anda juga disarankan untuk memeriksakan sang bayi jika pada
BAB-nya terdapat darah atau lendir yang dapat dilihat secara kasat mata.
BAB bayi yang mengalami
konstipasi
|
Jika bentuk BAB bayi anda keras dan terlihat seperti batu kecil,
maka kemungkinan sang bayi mengalami konstipasi. Bayi anda mungkin terlihat
tidak nyaman atau seperti dalam kesulitan ketika sedang BAB. Tidak jarang,
konstipasi pada bayi menyebabkan iritasi pada anus sehingga terdapat darah di
dalam kotorannya.
Jika setelah tiga kali atau lebih BAB bayi anda tidak juga
berubah, maka sebaiknya memeriksakan sang bayi ke dokter. Namun segera
periksakan jika di dalam BAB-nya terdapat darah.
Konstipasi umum terjadi pada bayi yang baru diberi makanan
padat. Selain itu bisa juga disebabkan oleh ketidakcocokan dengan susu atau
makanan yang mengandung unsur kedelai.
Dokter biasanya akan merekomendasikan untuk memberi bayi anda
air, jus pir, atau jus prune untuk membantu pergerakan di dalam usus.
BAB berlendir
|
Ludah yang tertelan bisa menyebabkan BAB bayi terlihat
berlendir. Ini karena ludah seringkali tidak bisa dicerna oleh usus.
Namun lendir pada BAB juga bisa berarti ada infeksi atau alergi.
Jika bayi anda BAB-nya berlendir dan disertai dengan gejala-gejala lain atau
tidak ada perubahan lebih dari dua hari, maka hubungi dokter untuk memastikan
semuanya baik-baik saja.
BAB disertai darah.
|
Darah pada bayi bisa berwarna merah cerah atau kehitaman
(pertanda darah telah dicerna oleh usus).
Darah merah cerah bisa muncul dalam BAB bayi karena beberapa
alasan. Segera hubungi dokter jika anda mendapati:
§ Bentuk
BAB normal disertai darah merah, umum disebabkan oleh alergi terhadap protein
di dalam susu (gambar di atas).
§ Bentuk
BAB konstipasi disertai bercak darah merak, disebabkan oleh iritasi pada anus
atau pendarahan kecil.
§ Bentuk
BAB diare disertai darah merah, bisa dijadikan petunjuk adanya infeksi bakteri.
Jika darah terlihat kehitaman, biasanya berbentuk flek seperti
wijen, maka ini biasanya disebabkan oleh bayi yang menelan darah dari luka di
puting susu. Hal seperti ini aman untuk bayi dan tidak perlu dikhawatirkan.
Namun tidak ada salahnya untuk dibawa ke dokter untuk memastikan
bukan karena sesuatu yang lebih serius, seperti pendarahan di dalam usus.
Nah, sekarang anda sudah mengetahui bentuk-bentuk BAB bayi dan
tahu apa yang mesti dilakukan ketika membersihkan popok sang buah hati.
Sumber: BabyCenter.com
Sumber: BabyCenter.com
Artikel ini saya dapat ketika kekhawatiran saya saat buah hati saya ada "sesuatu" di dalam Pup nya. Mohon doanya, Semoga anak tercinta saya senantiasa selalu dalam keadaan sehat wal'afiat. amin ya robbal 'alamin. Saya hanya bisa berharap, semoga bayi kita semua selalu dalam
keadaan sehat dan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dan yang terlebih penting lagi selalu dalam lindungan ALLAH SWT. Aamiin ya robbal'alamin.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar