MENGGUNAKAN
RUMUS “NAEGELE”
1. Tanggal
pertama haid terakhir
D = tanggal
M = bulan
Y = tahun
Contoh:
Tanggal terakhir haid adalah 1 Juni 2008, maka D = 1; M = 6; Y = 2008
2.
Masukkan angka tersebut (point 1) ke dalam rumus “Naegele”:
Rumus:
Perkiraan kelahiran = (D + 7), (M – 3), (Y + 1).
Perkiraan kelahiran = (D + 7), (M – 3), (Y + 1).
Contoh:
Perkiraan kelahiran = (1 + 7), (6 – 3), (2008 + 1).
Perkiraan kelahiran = 8 Maret 2009
Perkiraan kelahiran = (1 + 7), (6 – 3), (2008 + 1).
Perkiraan kelahiran = 8 Maret 2009
Rumus
“Naegele”
1.
hanya
bisa dipergunakan untuk wanita yang siklus haidnya teratur, yakni antara 28-30
hari.
2.
Untuk
mengurangi kemungkinan terlalu jauh perkiraan perhitungan yang meleset, untuk
wanita yang siklus haidnya pendek, ditambahkan beberapa hari dari hari-H.
3.
Sedang
yang siklus haidnya panjang, akan dikurangi beberapa hari dari hari-H.
Catatan
:
Untuk
bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari dan Maret, maka rumus
untuk bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap (tidak perlu ditambahkan 1).
Adakalanya
perkiraan tanggal persalinan meleset antara 7 hari sebelum atau sesudahnya.
Hanya sekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini.
Cara lain
untuk mengetahui usia kehamilan adalah dengan melakukan pemeriksaan
USG, pada pemeriksaan itu akan dihitung besar kepala janin, panjang
tulang paha dan sebagainya.
Demikian penjelasan di atas , semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar