Rabu, 03 Oktober 2012

Menentukan HPL dgn menggunakan Rumus NAEGELE


MENGGUNAKAN RUMUS “NAEGELE”

1. Tanggal pertama haid terakhir

      D = tanggal
      M = bulan
      Y = tahun

   Contoh:
   Tanggal terakhir haid adalah 1 Juni 2008, maka  D = 1; M = 6; Y = 2008


2. Masukkan angka tersebut (point 1) ke dalam rumus “Naegele”:
    
   Rumus:
       Perkiraan kelahiran = (D + 7), (M – 3), (Y + 1).

   Contoh:
       Perkiraan kelahiran = (1 + 7), (6 – 3), (2008 + 1).
       Perkiraan kelahiran = 8 Maret 2009

Rumus “Naegele”
1.   hanya bisa dipergunakan untuk wanita yang siklus haidnya teratur, yakni antara 28-30 hari.
2.   Untuk mengurangi kemungkinan terlalu jauh perkiraan perhitungan yang meleset, untuk wanita yang siklus haidnya pendek, ditambahkan beberapa hari dari hari-H.
3.   Sedang yang siklus haidnya panjang, akan dikurangi beberapa hari dari hari-H.

Catatan :

Untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari dan Maret, maka rumus untuk bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap (tidak perlu ditambahkan 1).

Adakalanya perkiraan tanggal persalinan meleset antara 7 hari sebelum atau sesudahnya. Hanya sekitar 5% bayi yang akan lahir sesuai perhitungan ini.

Cara lain untuk mengetahui usia kehamilan adalah dengan melakukan pemeriksaan USG, pada  pemeriksaan itu akan dihitung besar kepala janin, panjang tulang paha dan sebagainya.


Demikian penjelasan di atas , semoga bermanfaat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar